Antioksidan adalah kelompok vitamin, mineral, enzim, dan rempah-rempah yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas. Ketika di dalam tubuh terjadi proses normal, di mana oksigen digunakan untuk menyediakan bahan bakar sel, beberapa dari molekul oksigen kehilangan salah satu elektron. Ketika hal itu terjadi, molekul oksigen yang sebelumnya bersifat stabil itu berubah menjadi radikal bebas yang berbahaya.
Radikal bebas yang tidak seimbang dapat mengakibatkan penyakit degenaratif atau penuaan dini. Seringkali disebut dengan efek stres oksidatif. Untuk kecukupan porsi serat per hari diperlukan 3 porsi sayur dan 5 porsi buah per hari yaitu sekitar 25-30 gram. Antioksidan banyak terdapat dalam buah-buahan. Buah dapat digunakan sebagai sumber energi, karena mengandung kalori yang dapat diubah menjadi energi. Rata-rata kalori yang dapat diperoleh dari satu buah yaitu sekitar 80-90 kalori. Sebagai sumber vitamin dan mineral, asubupan buah menjadi sangat penting. Guna memperlancar metabolisme tubuh saat mencerna karbohidrat dan lemak yang akan digunakan sebagai energi.
Salah satu buah yang mengandung antioksidan adalah buah kiwi. Menurut sejarahnya, nenek moyang kiwi berasal dari negeri Cina. Buah ini bermigrasi ke Selandia Baru berkat jasa Isabel Frasier, seorang guru misionaris dari Wanganui ‘Girls College’, Selandia Baru, yang berkunjung ke Cina pada tahun 1904. Isabel ketika itu sangat terkesan pada rasa segar buah berbulu yang diberi nama ‘Mihou Tao’ (monkey peach atau persik monyet). Kemudian dia membawa pulang sekantong biji persik monyet. Oleh seorang ahli botani, Alexander Allison, buah tersebut dibiakkan di kebun percobaan Tauranga. Tak diduga ternyata buah itu tumbuh subur dan berkembang sangat baik. Buah asal Cina itu kemudian diberi nama ‘melonette’ tahun 1958 dan diubah lagi menjadi ‘Chinese gooseberry’ tahun 1960. Akhirnya buah itu diberi nama KIWI. Nama tersebut sama seperti nama burung asli Selandia Baru yang menjadi simbol nasional negara itu, yaitu burung yang tak bisa terbang.
Dengan bentuknya yang lonjong dengan warna coklat dan tekstur berbulu membuat buah kiwi kalah menarik dengan buah lain seperti apel maupun jeruk. Tapi, jangan remehkan soal kandungan buah ini. Kiwi mengandung 100 mg vitamin C dalam 100 gram beratnya, sedangkan jeruk hanya memiliki kandungan vitamin C sebanyak 54 mg per 100 gram. Ini berarti kandungan vitamin C pada sebutir kiwi sama dengan 2 buah jeruk.
Peneliti dari Health Science Zespri Internasional dari New Zealand, Lynley Drummond mengatakan buah kiwi sarat gizi. Bermanfaat sebagai sumber vitamin, mineral dan antioksidan yang tinggi. Studi yang dilakukan membuktikan, buah kiwi menyediakan gizi paling banyak dengan kalori paling sedikit jika dibandingkan dengan jeruk, pisang dan apel.
♛ ♛ ♛ Attention ♛ ♛ ♛
Jangan Copy paste !!! jika Copy paste postingan di blog ini....tolong sertakan alamat blog ini..... Izumi Ismiracle World http://mylittleworld-ismi.blogspot.com/ Kamsahamnida ^^ Saling hargai....sesama blogger.....^^
Do not copy and paste!
Copy and paste if the posting on this blog ....
please include the address of this blog .....
Izumi Ismiracle World
http://mylittleworld-ismi.blogspot.com/
Kamsahamnida ^ ^
Mutual respect .... fellow bloggers ..... ^ ^
Do not copy and paste!
Copy and paste if the posting on this blog ....
please include the address of this blog .....
Izumi Ismiracle World
http://mylittleworld-ismi.blogspot.com/
Kamsahamnida ^ ^
Mutual respect .... fellow bloggers ..... ^ ^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar