RESENSI NOVEL
A. Identitas Buku
1. Judul Buku : Badai Pasti Berlalu
2. Pengarang : Marga T
3. Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
4. Tahun terbit : 1974
5. Kota terbit : Jakarta
6. Tebal Buku : 480 halaman, 23 cm
B. Sinopsis
Dikisahkan Siska mengalami patah hati. Tunangannya membatalkan perkawinan mereka dan menikah dengan gadis lain yang adalah sahabatnya sendiri. Yang lebih menyakitkan, sahabatnya sudah hamil terlebih dahulu sebelum menikah. Kehilangan semangat hidup, Siska akhirnya berhenti dari pekerjaannya sebagai guru dan hidup menyendiri di vila keluarganya. Leo, teman karib kakak Siska, Johnny, kemudian mendekati Siska. Leo sebenarnya dikenal sebagai seorang Don Juan, dia mempunyai motif tersembunyi dalam mendekati Siska yaitu untuk memenangkan taruhan dengan teman-temannya. Jika Leo berhasil mendekati Siska yang dikenal sebagai gunung es, maka Leo akan mendapat sejumlah uang.
Dengan hati yang tulus Leo berupaya untuk membangkitkan semangat hidup Siska yang sudah terlelap dalam apati dan beku bagaikan sebuah gunung es. Tetapi begitu mengetahui motif di balik pendekatan Leo, Siska memutuskannya, padahal saat itu mereka baru bertunangan dan Leo benar-benar sudah tulus mencintai Siska.
Di saat hati Siska goyah, muncullah Helmi, seorang pianis pegawai klab malam yang dikelola oleh ayah Siska. Helmi adalah seorang pemuda yang lincah, perayu, dan licik. Ayah Siska punya affair dengan salah satu gadis yang bekerja di klab malam. Affair itu dijadikan senjata oleh Helmi untuk memaksa Siska menikah dengannya dengan cara mengancam akan memberitahu ibu Siska yang berpenyakit jantung tentang affair itu. Akhirnya Siska menikah dengan Helmi, walaupun tidak disetujui keluarganya karena perbedaan keyakinan dan status sosial. Terutama ibu Siska sangat sedih dengan pernikahan itu karena pernikahan mereka bukan sakramen, lantaran mempelai pria dan wanita berbeda agama.
Singkat cerita, Siska hidup menderita karena Helmi tetap dengan kebiasaannya dulu semasa masih bekerja di klab malam. Sering berselingkuh dengan wanita-wanita yang lebih tua. Sering berpesta pora dengan suara berisik di rumah. Siska juga diam-diam masih mencintai Leo, yang sementara itu sudah lulus kuliah dan menjadi dokter.
Lalu Siska mengetahui bahwa sebenarnya ibunya sudah tahu kalau ayahnya berselingkuh dan sudah memaafkannya. Tetapi sudah terlambat untuk bercerai dari Helmi karena saat itu Siska sedang hamil.Suatu saat, Leo bertemu dengan Siska yang sedang hamil tua. Pertemuan itu melukai hati keduanya.
Siska melahirkan anak laki-laki yang tampan, Cosa. Setelah Cosa lahir, Helmi masih saja lekat dengan kehidupan malam. Siska hidup dengan makan hati melihat semuanya itu, namun ia masih punya pelarian - Cosa yang disayanginya walaupun kehadirannya sempat ia sesali.
Cosa tumbuh menjadi balita yang sehat dan periang. Akan tetapi, suatu ketika Cosa demam. Siska mengobatinya dengan cara biasa sebelum akhirnya ia sadar kalau keadaan Cosa tidak membaik. Saat Cosa dilarikan ke rumah sakit, semuanya sudah terlambat. Cosa meninggal. Saat itu Helmi sedang di luar negeri.
Helmi yang pulang ke rumah hanya disambut oleh istrinya dengan dingin. Setelah Siska memberitahu Helmi tentang kematian Cosa, ia menuntut cerai dari Helmi. Helmi memohon kepada Siska untuk tidak menceraikannya tetapi Siska bersikeras.
Siska yang hancur menyepi lagi ke vila yang dulu ditempatinya sebelum menikah itu. Di sana, diabetesnya kambuh lagi. Saat itulah Leo kebetulan datang dan mengobatinya. Akhirnya semua kesalahpahaman terselesaikan. Siska dan Leo bersatu kembali.
C. Unsur Intrinsik
1. Tema : Percintaan
“Leo mematuhi perintah itu. Sambil tersenyum dipandangnya gadis yang telah mengajarinya jatuh cinta.”
(Halaman 204)
2. Penokohan
a. Leo : - Playboy
"Leo terkenal sebagai Don Juan dari Cisalak."
(Halaman 09)
- Sopan
"Oho, biasa. Dia selalu mengawasi teman-temanku yang sopan dan tampan."
(Halaman 17)
- Perayu
"Id," katanya merayu. "Ada pasien apa di poli?"
(Halaman 157)
- Ramah dan Gentle
"Seseorang yang selalu masa bodoh dan tidak pedulian, tapi ramah dan gentle."
(Halaman 156)
b. Siska : - Mudah percaya kepada orang lain
"Siska terlalu baik hati. Terlalu percaya pada semua orang."
(Halaman 26)
- Manja.
"Leo, papa mengakui bahwa Fransiska memang manja."
(Halaman 234)
- Baik Hati
"Seorang ibu guru yang baik."
(Halaman 129)
c. Helmi : - Licik
"Tapi, sayang, semua itu tidak perlu terjadi. Ibumu untuk selama-lamanya, tidak perlu tahu tingkah laku ayahmu. Kita berdua akan menjaga rahasia itu bersama...dalam...perkawinan kita."
(Halaman 283)
- Ambisius
"Sayang Helmi terlalu ambisius, pikir nya sedikit menyesal."
(Halaman 328)
d. Johnny : - Sayang kepada Siska
"Beranikah mereka? Aku sudah bilang pada orang tuanya dia kembali berarti mati."
(Halaman 26)
e. Ayah Siska: - Penyayang
"Itu semua untukmau dan kakak-kakakmu. Untuk hari depan kalian. Papa ingin kalian berbahagia dan mendapat semua yang ada di dunia ini."
(Halaman 83)
- Tidak Setia
"Bagaimana kira-kira perasaanmu bila ibumu mendengar bahwa ayahmu kemari, bahwa dia mempunyai isteri piaraan?"
(Halaman 282)
f. Ibu Siska: - Pengertian
"Semua itu didapat ibunya dari ahli gizi yang direkomendasikan oleh dokter Aria. Memang terbukti manjur. Dan sekarang berat ayahnya sudah ideal."
(Halaman 86)
3. Alur
a. Eksposisi
“Dikisahkan Siska mengalami patah hati. Tunangannya membatalkan perkawinan mereka dan menikah dengan gadis lain yang adalah sahabatnya sendiri.”
(Kalimat 1, Paragraf 1)
b. Komplikasi
“Leo, teman karib kakak Siska, Johnny, kemudian mendekati Siska. Leo sebenarnya dikenal sebagai seorang Don Juan, dia mempunyai motif tersembunyi dalam mendekati Siska yaitu untuk memenangkan taruhan dengan teman-temannya.”
c. Klimaks
“Siska menikah dengan Helmi, walaupun tidak disetujui keluarganya karena perbedaan keyakinan dan status sosial. Terutama ibu Siska sangat sedih dengan pernikahan itu karena pernikahan mereka bukan sakramen, lantaran mempelai pria dan wanita berbeda agama.”
d. Relevasi
“Siska melahirkan anak laki-laki yang tampan, Cosa. Setelah Cosa lahir, Helmi masih saja lekat dengan kehidupan malam. Siska hidup dengan makan hati melihat semuanya itu, namun ia masih punya pelarian - Cosa yang disayanginya walaupun kehadirannya sempat ia sesali.”
e. Katastrope
“Siska yang hancur menyepi lagi ke vila yang dulu ditempatinya sebelum menikah itu. Di sana, diabetesnya kambuh lagi. Saat itulah Leo kebetulan datang dan mengobatinya. Akhirnya semua kesalahpahaman terselesaikan. Siska dan Leo bersatu kembali”
4. Fungsi Alur
a. Penanda Perpindahan Gagasan
“Siska tidak ingin Leo marah. Tapi dia lebih-lebih tidak suka, bila dianggap sealau berubah pendirian maka diletakkannya buku itu dihadapan Leo dan dibiarkannya laki-laki itu meminjamnya untuk dia.”
(Halaman 114)
b. Menunjukkan Atmosfer Tertentu
“Suara tertawa itu memilukan, keluar dari hati yang kesepian dan terluka. Siska menggigil. Leo membalik dan berjalan pergi.”
(Halaman 103)
c. Penanda Kemunculan Tokoh
“Sudah hamper pukul lima, tapi Leo masih belum pulang. Dengan sibuk dia tengah mengisi 4 buah status dalam kamar co-ass.”
(Halaman 07)
d. Mendukung Penyampaian Watak Tokoh
"Leo, papa mengakui bahwa Fransiska memang manja."
(Halaman 234)
e. Alat Penyampaian Tema
“Leo mematuhi perintah itu. Sambil tersenyum dipandangnya gadis yang telah mengajarinya jatuh cinta.”
(Halaman 204)
5. Sudut Pandang : Orang ketiga sebagai pelaku utama.
6. Setting
• Tempat :
- Villa
“Villa itu sama sekali tersembunyi dari jala besar. Kecil dan rapi.”
(Halaman 18)
- Warung
“Dia berhaenti pada sebuah warung. Masih sepi. Belum ada orang.”
(Halaman 41)
- Rumah Kost
“Jam Sembilan kurang, dia sudah tiba di depan rumah. Tante kost tengah belanja sayur.”
(Halaman 43)
- Poliklinik
“Keesokkan harinya dokter Supadmo hadir. Dan pasien-pasien luar biasa banyaknya.”
(Halaman 51)
• Waktu
- Pagi
"Minggu pagi itu amat cerah. Langit bersih dan matahari masih lembut."
(Halaman 15)
- Siang
"Matahari juli sudah cukup panas untuk membuat orang berkeringat."
(Halaman 272)
- Sore
"Matahari sore bulan Juni sudah hampir terbenam ketika jip Miki memasuki halaman belakang villa."
(Halaman 59)
- Malam
"Pesta dibuka jam tujuh malam dengan sambutan dari pastor."
(Halaman 218)
5. Pesan :
a. Nilai Pendidikan
Jangan suka berfoya-foya.
"Helmi tidak mengenal hari Natal tapi merayakan tahun baru secara hebat.Panggil drum band.Tamu-tamu begitu banyak."
(Halaman 318)
b. Nilai Moral
Jangan mementingkan diri sendiri dan mengabaikan keadaan keluarga.
"Itu akibatnya bila engkau tidak pernah mau meninggalkan alamatmu."
(Halaman 444)
c. Nilai Budaya
Permandian bayi.
"Hari itu juga bayinya dipermandikan dan mendapat nama Cosmas Damianus.Untuk sakramen penguatan nanti,Siska sudahmenyediakan nama : Josef."
(Halaman 353)
D. Unsur Ekstrinsik
1. Nilai Agama
"Tepat jam duabelas, lonceng gereja berdentang dan Missa Kudus dimulai. Umat berediri semua menyambut kedatangan ImaM-Imam dan pembantu-pembantu mereka."
(Halaman 142)
2. Nilai Sosial
"Tidak gampang mengajar mereka, bukan? ya?. Sulit sekali. Sebab mereka baru pertama kali mengenal disiplin sekolah dan bergaul secara luas dengan teman-teman sebaya yang sudah tentu tidak selalu setuju."
(Halaman 129)
3. Nilai Ekonomi
"Namun begitu, boleh juga Papa katakan bahwa pabrik kita sudah tidak bekarja sehebat dulu. Masa jaya karet alam sudah berakhir, sayang. Karet sintetis yang kini tampil."
(Halaman 82)
4. Nilai Budaya
"Hari itu juga bayinya dipermandikan dan mendapat nama Cosmas Damianus.Untuk sakramen penguatan nanti,Siska sudahmenyediakan nama : Josef."
(Halaman 353)
♛ ♛ ♛ Attention ♛ ♛ ♛
Jangan Copy paste !!! jika Copy paste postingan di blog ini....tolong sertakan alamat blog ini..... Izumi Ismiracle World http://mylittleworld-ismi.blogspot.com/ Kamsahamnida ^^ Saling hargai....sesama blogger.....^^
Do not copy and paste!
Copy and paste if the posting on this blog ....
please include the address of this blog .....
Izumi Ismiracle World
http://mylittleworld-ismi.blogspot.com/
Kamsahamnida ^ ^
Mutual respect .... fellow bloggers ..... ^ ^
Do not copy and paste!
Copy and paste if the posting on this blog ....
please include the address of this blog .....
Izumi Ismiracle World
http://mylittleworld-ismi.blogspot.com/
Kamsahamnida ^ ^
Mutual respect .... fellow bloggers ..... ^ ^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar