Lee Shin jelas-jelas cemburu.
Dan, yah.. akhirnya.. Lee Shin juga ikutan dianter sama Seok Hyeon.
Yang nanya, sepeda Lee Shinnya kemana?
Di tinggal di kampus pastinya. ^^
hening..
hening..
hening..
"Apakah kalian sedang bertengkar?" tanya Seok Hyeon yang ikut merasakan kecanggungan antara Lee Shin dan Gyu Won. "Bagaimanapun, kalian kan tetangga. . . . Anyway, terima kasih kepadamu, Lee Shin, audisi Gyu Won berjalan dengan baik. Kau melakukannya dengan baik. Ah, anak-anak ini. . . kenapa suasananya jadi seperti ini?"
Yoon Soo menelpon Seok Hyeon, "Seok Hyun, di mana kau sekarang? Pertunjukannya akan segera dimulai."
Seok hyeon teringat janjinya pada Yoon Soo untuk menonton pertunjukkan bersama, "Oh, benar. Yoon Soo, aku minta maaf. Aku harus mampir ke suatu tempat dulu. Aku berjanji tidak akan terlambat saat menemuimu nanti. Maaf."
"Terima kasih atas bantuanmu hari ini. Kali ini, Kau benar-benar sangat baik." ucap Seok Hyeon setelah Gyu Won masuk ke dalam rumahnya.
"Pergilah. Jika aku mendengarnya menjerit, aku harus bergegas masuk." jawab Lee Shin.
"Apakah ini hanya pelayanan pada penggemar?" tanya Seok Hyeon.
"Direktur, Kau aku rasa kau yang sedang melakukan pelayanan pada penggemar." balas Lee Shin.
"Baiklah, mulai dari sekarang kalian harus bekerja keras sampai pementasan berakhir."
Sesampainya di dalam rumah..